Ponorogo – jatimsatu.com - Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Griya Duwung, Desa Beton, Siman, Ponorogo, Rabu malam (26/3/2025).
Puluhan peserta dari berbagai daerah seperti Surabaya, Wonogiri, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo berkumpul dalam sarasehan bertajuk Srawung Dhuwung, Bhineka Tunggal Ika yang diselenggarakan oleh Suruh Nusantara Ponorogo.
Acara ini menghadirkan Mbah Tunjung sebagai pembicara utama, sosok yang dikenal luas dalam menggali dan mengajarkan kearifan Nusantara.
Dalam kesempatan ini, para peserta diajak memahami lebih dalam tentang Susuhaning Kaweruh Nusantara, sebuah konsep yang menggali nilai-nilai kebijaksanaan leluhur sebagai pedoman dalam kehidupan modern.
Kang Paysu, pimpinan Griya Duwung, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. "Semua peserta begitu bersemangat mendengarkan paparan Mbah Tunjung, terutama mengenai Bhineka Tunggal Ika sebagai filosofi persatuan dalam keberagaman," ujarnya.
Lebih dari sekadar diskusi, sarasehan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, menggali nilai-nilai kearifan lokal, serta mempererat tali silaturahmi antar daerah.
Dengan atmosfer penuh kehangatan dan rasa kebersamaan, Srawung Dhuwung bukan sekadar ajang belajar, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya Nusantara.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, acara seperti ini menjadi penting untuk mengingatkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Sebab, seperti yang sering dikatakan, mengenal jati diri adalah langkah awal untuk memahami arah masa depan.(dd)
Posting Komentar