Diusir Saat Kunjungi Anak, Penjual Nasi Goreng Di Ponorogo Bacok Mantan Istri Dan Kakak Ipar

Ponorogo - jatimsatu.com - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Dusun Toyomarto, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. 

Seorang pria bernama Sugito, yang sehari-hari berjualan nasi goreng, melakukan aksi pembacokan terhadap mantan istrinya, Sutiyem, dan kakak iparnya, Nyomir. 

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (28/03/2025) sore dan menggegerkan warga sekitar.

Kejadian bermula ketika Sugito yang baru pulang dari Surabaya berniat mengunjungi anak-anaknya. Lelah setelah perjalanan jauh, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah mantan istrinya. 

Namun, ketenangan itu berubah menjadi ketegangan saat Sutiyem yang baru pulang dari bekerja di Manado melihatnya dan langsung mengusirnya keluar. 

Sugito yang tak menyangka mendapat perlakuan tersebut pun tersulut emosi.

Tanpa banyak bicara, Sugito bergegas ke dapur dan mengambil sabit. Dalam kondisi marah, ia langsung menyerang Sutiyem. Nyomir, kakak ipar Sutiyem, yang berusaha melerai, juga menjadi sasaran amukan Sugito.

Menurut AKP Rudi Hidajanto, Kasatreskrim Polres Ponorogo, Sugito awalnya berniat mengajak anak-anaknya membeli baju Lebaran. Namun, situasi yang terjadi di luar dugaannya membuatnya hilang kendali.

"Tersangka ini awalnya datang untuk bertemu anak-anaknya dan mengajak mereka membeli baju Lebaran. Namun, ia diteriaki oleh korban dan diusir karena sudah bukan suami sah lagi. Hal ini membuatnya marah hingga akhirnya nekat melakukan pembacokan," ungkap AKP Rudi pada Sabtu (29/03/2025).

Diketahui, pada 2024 lalu, keluarga Sutiyem mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Ponorogo. Namun, Sugito hanya menghadiri sidang sekali dan kemudian pergi merantau ke Surabaya. Putusan cerai akhirnya dijatuhkan tanpa sepengetahuannya. Ia baru menyadari statusnya setelah kembali ke kampung halaman.

Akibat insiden tersebut, Sutiyem mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh, seperti kepala kanan dan kiri, lengan, serta tangan kanan. Sementara itu, Nyomir mengalami luka di kepala, lengan kanan, dan pinggang. Beruntung, keduanya kini dalam perawatan di Puskesmas Ngebel dan kondisinya mulai membaik.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus ini guna mengungkap lebih lanjut motif serta faktor yang melatarbelakangi tindakan nekat Sugito. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya mengendalikan emosi agar tidak berujung pada tindakan yang merugikan banyak pihak.(abw)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca